Setiap orang punya cara masing-masing untuk bisa move on dari mantan. Entah dengan menjalin kasih baru, mencari kesibukan, atau dengan mengalaui mantan sepanjang waktu. Setiap orang butuh perjuangan untuk bisa melupakan sesosok mantan yang telah memberikan kenangan dan kisah tersendiri bagi mereka. Kadang kita berfikir bahwa kenangan bersama mantan harus dibuang jauh, disingkirkan dalam kehidupan kita. Kalau bisa dilumpuhkan dalam ingatan dijaauhkan dalam pikiran dikubur dalam dalam. Tetapi sesungguhnya bahwa kenangan tidak bisa dihapus dalam memori kita. Karena kenangan memiliki nilai tersendiri dalam hidup kita. Bahwa kenangan adalah bagian dalam hiddup kita. Kenangan adalah salah satu warna yang menghiasi kehidupan kita di dunia ini, warna kehidupan yang cerah atau warna kehidupan yang gelap.
Disini aku akan bercerita sedikit tentang bagaimana melewati masa galau dan masa berjuang untuk move on. Yang membutuhkan waktu, perjuangan, air mata, dan perasaan. Dimana masa-masa galau adalah masa yang sulit untuk dilewati, galau bagaikan momok yang selalu menghantui di dalam pikiranku. Ketika aku melewati tempat yang pernah mengukir kisah masalaluku, jadi KSWW (kelingan seng wes wes). Kadang galau selalu menghampiri ketika malam hari telah tiba atau waktu sendirian di rumah, dikoskosan. Hmm yaps galau lebih menakutkan dibandingkan harus menatap wajah dosen yang super duper killer. Tetapi tanpa aku sadari galau terjadi karena ulahku sendiri.
Ya karena aku suka banget yang namanya stalkin, terus kalau udah stalkin ujung-ujungnya bakal galau dan nangis. Dasar cewek udah tau stalkin itu bikin hati sakit tapi tetep aja dilakukin. Suatu saat aku pernah mikir gimana mau bisa move on kalau aku masih suka stalkin mantan. Apalagi mantan udah bahagia sama selingkuhannya dulu. Kadang aku suka ngatain diri sendiri kenapa aku bodoh sekali, udah jelas-jelas di mutusin aku demi wanita lain. Sakit kan diputusin demi wanita lain 😢. Sampai aku pernah berpikir sebaiknya aku gak ada di dunia ini lagi aku gak sanggup melihat dia bersenang senang dengan wanita lain sedangkan aku di sini sedih, gelisah memikirkan dia yang enggak pernah mikirin aku. Mungkin saat ini kebahagiaan masih berpihak sama dia, tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang dia cintai.
Dengan terjadi hal ini mengajarkanku bahwa dalam menjalin sebuah hubungan harus lebih extra memilah dan memilih seorang laki-laki yang tulus bukan tukang selingkuh 😀. Dan yang paling penting dalam suatu hubungan harus saling jujur dan terbuka, kalau pasangan kalian udah enggak nerapin sikap jujur dan terbuka mending tinggalin aja deh dari pada entar ujungnya bikin sakiti hati 😊. Sekian cerita singkat dari aku semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang melewati masa galau 😊.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar